News Ticker

Latest Posts

Investree Tawarkan Kredit Syariah bagi Pemilik Toko Online

- Rabu, 08 Mei 2019

PT Investree Radhika Jaya (Investree) tawarkan kredit syariah bagi pemilik toko online yang menjajakan produknya lewat e-commerce. Segala prosesnya diklaim udah cocok prinsip-prinsip Islam, seperti tidak punya kandungan unsur maisir (perjudian), gharar (ketidakpastian), dan riba (jumlah bunga melalui kesepakatan).

Produk baru Investree ini dinamai Online Seller Financing (OSF) Syariah. Adrian Gunadi, Co-Founder & CEO Investree, pada Selasa (12/3) mengatakan “Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, kita yakin Kedatangan OSF Syariah mampu menopang kemajuan UKM lebih-lebih bagi mereka yang mendambakan menuai lebih banyak kegunaan berasal dari pembiayaan yang berbasis syariah”.

OSF Syariah merupakan kredit modal usaha bagi para pemilik toko online yang udah berhimpun di perusahaan e-commerce yang bekerja serupa dengan Investree. Di antaranya ada Bukalapak, Lazada, dan Tokopedia. “Investree terhitung sedang menjajaki sebagian e-commerce marketplace lainnya untuk bekerja serupa di dalam perihal pembiayaan syariah toko online,” kata Adrian.

Selain udah cocok dengan komitmen syariah, Layanan ini terhitung tawarkan sebagian keistimewaan seperti; pengajuan cepat, fleksibel, dan 100% online; serta persetujuan kilat dan tanpa agunan. Marjin pembiayaan yang ditawarkan mulai berasal dari 0,9%-2% per bulan dengan tenor 3-24 bulan untuk pembiayaan mulai berasal dari Rp 2 juta sampai Rp 2 miliar.

Adapun persyaratannya adalah harus melengkapi dokumen berupa KTP, swafoto dengan KTP, dan NPWP; pemilik toko online adalah perseorangan yang udah berjualan aktif di e-commerce sepanjang sedikitnya 3 (tiga) bulan; berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

“Serta berlaku hanya untuk mendanai pembiayaan toko online yang menjajakan barang atau menyediakan jasa yang komitmen syariah,” kata Adrian.

Tak hanya itu, Investree terhitung berkolaborasi dengan Rumah Zakat sebagai instansi filantropi yang mengelola zakat, infak, sedekah, serta dana sosial lainnya. Nantinya, sebesar 0,44% berasal dari tiap tiap pembiayaan OSF Syariah yang disalurkan lewat platform Investree bakal disumbangkan untuk program tersebut.

Hal ini mengacu terhadap di dalam rencana pembiayaan syariah bahwa denda keterlambatan yang berlangsung terhadap pembiayaan OSF Syariah tidak mampu dianggap sebagai penghasilan perusahaan agar bakal disampaikan sebagai donasi.

Sejak bulan Januari 2018, sarana Investree Syariah udah mengantongi izin berasal dari Otoritas Jasa Keuangan. Hingga sementara ini, jumlah pembiayaan yang disalurkan lewat Investree Syariah udah menggapai Rp 55 miliar dengan jumlah Penerima Pembiayaan sebanyak 262.

East Ventures Suntik Modal Media Ekonomi Asal Singapura 7.5 Degree

-

Modal ventura Tanah Air, East Ventures suntik modal platform informasi dan layanan asal Singapura, 7.5 Degree. Platform ini fokus beri tambahan informasi tentang industri ekonomi baru di Asia Tenggara dan Tiongkok. 

Pendanaan yang diberikan East Ventures merupakan langkah awal (seed funding). Namun, East Ventures tidak menjelaskan besaran investasi yang diberikan kepada 7.5 Degree.

Menurut Managing Partner berasal dari East Ventures Willson Cuaca, 7.5 Degree menjembatani penduduk Tiongkok untuk mendapat informasi tentang ekonomi baru di Asia Tenggara, begitu pun sebaliknya. “Kami belum dulu menyaksikan website berita spesifik layaknya 7.5 Degree sebelumnya,” ujarnya didalam siaran pers, Rabu (8/5).

Ekonomi baru yang dimaksud layaknya financial technology (fintech), e-commerce, mata duwit virtual (cryptocurrency) dan lain sebagainya. Menurut Willson, website berita ini mampu menjadi alat bantu bagi penduduk Tiongkok didalam tahu pertumbuhan ekonomi baru di Asia Tenggara, begitu pun sebaliknya.

Situs fasilitas 7.5 Degree diluncurkan di Singapura terhadap September 2017. Saat ini, platform berikut sedia kan lebih berasal dari 350 artikel berbahasa Tiongkok. Konsumen 7.5 Degree kebanyakan pelaku startup. Untuk memperluas pasar, 7.5 Degree mendistribusikan artikel melalui beragam kanal, layaknya WeChat.

Pendiri sekaligus CEO 7.5 Degree Li Yufu menyampaikan, tambahan modal berasal dari East Ventures ini rencananya digunakan untuk merekrut jurnalis lokal, terutama di Indonesia, Vietnam, dan Singapura. Namun, ia tidak menjelaskan kuantitas jurnalis yang bakal direkrut.

Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2018 yang disusun oleh Google dan Temasek, pasar internet ekonomi di Asia Tenggara diperkirakan melampaui US$240 miliar atau kira-kira Rp 3.430 triliun terhadap 2025. Berkaca berasal dari potensi tersebut, 7.5 Degree datang bersama informasi tentang ekonomi baru di regional.

Pada Desember 2018, 7.5 Degree meluncurkan layanan baru yang disebut Invmall. Lewat layanan ini, 7.5 Degree mendorong hubungan di antara pelaku bisnis teknologi di Asia Tenggara dan Tiongkok. Invmall sangat mungkin para pendiri startup mengakses bersama investor di ke-2 wilayah ini.

Untuk mewujudkan hubungan antara pelaku dan investor tersebut, 7.5 Degree mengintegrasikan layanannya bersama e mail atau aplikasi percakapan, layaknya WhatsApp. “Sedikit sekali penyedia layanan yang memenuhi keperluan startup langkah awal lokal untuk mendapatkan pendanaan. Jika kita mampu membantu, ini bakal mengakses kesempatan yang besar bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Menurutnya, layanan layaknya Invmall diperlukan di Asia Tenggara dan Tiongkok. Sebab, sepengetahuannya perusahaan investasi berasal dari Jepang, Tiongkok, dan Timur Tengah sedang aktif mencari unicorn baru wilayah ini. Unicorn adalah makna bagi startup bervaluasi lebih berasal dari US$ 1 miliar.

Selain itu, 7.5 Degree rutin mengadakan SEA-Commerce Summits di pusat ekonomi internet di Asia layaknya Singapura, Beijing, Ho Chi Minh, Bangkok, dan Jakarta. Dalam pas dekat, 7.5 Degree bakal mengadakan acara berikut di Jakarta, terhadap 17 Mei 2019.

Berkat Film Avengers Endgame TIX ID Cetak Rekor Penjualan

-

Platfrom penjualan tiket hiburan digital TIX ID sukses menjual 2,5 juta tiket film Avengers Endgame dari sejak pembukaan penjualan pada 16 April sampai 5 Mei 2019. Ini diklaim sebagai rekor penjualan secara online tiket bioskop di Indonesia.

TIX ID mencatatkan penjualan 1 juta tiket Avengers Endgame pada masa presale, yakni 16 sampai 23 April 2019. Ini termasuk disebut sebagai rekor penjualan baru. Direktur TIX ID Sean Kim mengatakan, perusahaannya sangat senang mampu jadi anggota dari sejarah kesuksesan film Avengers Endgame. dan sukses memecahkan rekor penjualan tiket di platform-nya.

Menurut dia, pencapaian ini mengonfirmasi kenyamanan layanan yang ditawarkan TIX ID dan pergantian budaya pembelian tiket. “Saat ini telah menjadi berjalan pergeseran budaya di dalam beroleh tiket bioskop di kalangan pemirsa film di Indonesia,” kata dia seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (7/5).

Sebelumnya, kata dia, masyarakat jadi biasa dengan antrean panjang pembelian tiket film di loket bioskop. Namun kini, makin lama banyak masyarakat yang meminati pembelian tiket secara online lewat aplikasi yang ada di di dalam ponsel.

Guna meningkatkan pelayanan, TIX ID telah memperkenalkan beberapa fitur baru, seperti fitur untuk menilai film yang tiketnya telah dibeli lewat TIX ID. Selain itu, ada termasuk konten berita eksklusif yang dikurasi oleh tim TIX ID sebelum melihat film, dan juga video-video yang terkait dengan industri film.

CEO DANA Vincent Iswara mengatakan, tingginya antusiasme fans film di dalam membeli tiket secara online lewat TIX ID termasuk tunjukkan pertambahan keyakinan masyarakat pada transaksi nontunai dan nonkartu dengan mengfungsikan dompet digital.

Sebagai penyedia infrastruktur pembayaran di TIX ID, perusahaan melihat kolaborasi layanan seperti yang di sajikan TIX ID dan DANA merupakan kunci untuk terwujudnya budaya transaksi yang efektif dan produktif. “Kami berharap, kesuksesan kolaborasi TIX ID dan DANA ini mampu menginspirasi para pelaku kesibukan ekonomi di Indonesia untuk lebih percaya kembali di dalam Go Digital,” ujar Vincent.

Film Avengers Endgame telah tayang di semua bioskop di Indonesia sejak Rabu (24/4) lalu. Film ini merupakan keliru satu film yang paling ditunggu oleh para fans film di semua dunia termasuk  Indonesia.

Film ini telah memecahkan beraneka rekor di industri perfilman di dunia. Pada awal penayangan, film ini segera memecahkan rekor sebagai film tercepat yang mencapai penjualan international US$ 1 juta. Penjualan tersebut tercapai hanya di dalam pas lima hari.

Mahalnya Harga Tiket Pesawat Menghambat Pertumbuhan Konsumsi di Kuartal I

-

Pertumbuhan mengonsumsi rumah tangga pada triwulan I 2019 sebesar 5,01% atau naik tidak tebal dibandingkan triwulan pada mulanya sebesar 4,94%. Padahal, pemerintah telah menggelontorkan pemberian sosial untuk kelas menengah bawah. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan kenaikan harga tiket pesawat menjadi penghambat perkembangan mengonsumsi rumah tangga.

"Tingkat penghunian kamar hotel lebih rendah dari 2017. Jumlah penumpang pesawat termasuk menurun. Jadi perkembangan mengonsumsi rumah tangga ada efek dari sana (harga tiket pesawat)," kata Suhariyanto dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (5/6).

Perkembangan komponen restoran dan hotel secara lebih rinci pada triwulan I tahun 2019 lebih rendah dibandingkan sebelumnya, yaitu 5,42% (year on year/yoy) dibandingkan perkembangan tahun lalu sebesar 5,64%. Selain itu, perkembangan pakaian, alas kaki, dan jasa perawatannya termasuk lebih rendah. Pada triwulan I 2019 hanya tumbuh 4,87%, lebih rendah bila dibandingkan triwulan I 2018 yang tumbuh 5,03%. Sementara, perkembangan komponen lainnya tercatat lebih membaik.

Namun, Suhariyanto sangat percaya perkembangan mengonsumsi rumah tangga bakal meningkat pada triwulan II ditopang oleh mengonsumsi Ramadan dan Lebaran. Namun, Suhariyanto menghendaki ada perbaikan harga tiket pesawat lantaran dampaknya pada mengonsumsi bakal signifikan.

Sebelumnya, BPS melaporkan kuantitas penumpang pesawat pada Maret 2019 mengalami penurunan 1,7 juta orang dibandingkan Maret 2018 atau turun 21,94%. Adapun, kuantitas penumpang pesawat domestik pada Maret 2019 meraih 6,03 juta orang, lebih rendah dari bulan yang serupa tahun lalu, sebesar 7,73 juta orang. Namun, kuantitas penumpang pesawat pada Maret 2019 masih tercatat naik 7,18% dibandingkan Februari 2019, sebesar 5,63 juta orang.

BPS mencatat, kenaikan harga tiket pesawat berlangsung di 39 kota. Beberapa di antaranya ialah Banjarmasin mengalami kenaikan sebesar 23%, Surakarta naik 16%, dan Tanjung Pinang naik 13%. Kemudian, Malang mengalami kenaikan tiket pesawat sebesar 12%, Maumere dan Singkawang 11%, dan juga Bengkulu dan Pontianak sebesar 10%.

Jumlah penurunan penumpang pesawat domestik termasuk berdampak pada tingkat penghunian kamar (TPK) hotel. Pada Maret lalu, kuantitas TPK hotel klasifikasi bintang sebesar 52,89% atau turun 4,21 poin dibandingkan Maret 2018 sebesar 57,10. Sementara dibandingkan bulan sebelumnya, kuantitas TPK Maret mengalami peningkatan 0,45 poin dari posisi Februari 2019 sebesar 52,44%.

Bank Indonesia Terbitkan Aturan Transaksi Pasar Uang dan Valuta Asing Digital

-

Bank Indonesia (BI) mengeluarkan aturan baru tentang penyelenggara fasilitas pelaksanaan transaksi di pasar duit dan pasar valuta asing lewat transaksi digital. Aturan selanjutnya tertuang di dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.21/5/PBI/2019.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI Agusman mengatakan, tujuan diaturnya transaksi selanjutnya yakni untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan dan dukungan customer di dalam transaksi di pasar duit dan valas. "BI perlu dukungan pasar keuangan yang terintegrasi, adil, teratur, transparan, likuid, dan efisien," kata Agusman di kantornya, Jakarta, Selasa (7/5).

Menurut dia, fasilitas pelaksanaan transaksi di pasar keuangan, juga di pasar duit dan valas, udah berkembang bersama dengan pesat seiring bersama dengan kemajuan teknologi. Karena itu, BI menilai perlu untuk melakukan pengawasan terhadap seluruh transaksi di kedua pasar lewat aturan yang baru.
Bank Indonesia menyesuaikan perizinan dan penyelenggara transaksi yang dikerjakan oleh penyelenggara bursa, penyedia electronic trading platform, perusahaan pialang pasar duit, dan systematic internalisers.

Namun, untuk SI, Agusman menjelaskan perizinan selanjutnya akan diatur lebih lengkap oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dikarenakan badan bisnis yang diatur yakni perbankan. Sementara, untuk perizinan yang mengenai penyelenggara bursa, akan diatur oleh Bappebti.

Lebih lanjut, untuk badan bisnis penyedia ETP dan PPU mesti berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Modal disetor untuk penyedia ETP sedikitnya sebesar Rp 30 miliar bersama dengan modal dipelihara sebesar Rp 10 miliar. Sementara untuk PPU, modal disetor sedikitnya sebesar Rp 12 miliar tetapi modal dipelihara sebesar Rp 5 miliar.

Syarat lain untuk memperoleh izin bisnis transaksi, yakni kepemilikan asing maksimal hanya boleh 49% untuk penyedia ETP dan PPU. Selain itu, mereka pun mesti memenuhi kriteria integritas dan kompetensi. Juga harus memenuhi syarat keuangan bagi dewan komisaris, pemegang saham pengendali, dan direksi.

Selain itu, baik penyedia ETP, PPU, SI, dan penyelenggara bursa, mesti mempunyai infrastruktur yang andal dan aman. Masing-masing juga mesti mempunyai rencana bisnis untuk dua tahun pertama, mempunyai kesiapan penerapan manajemen risiko yang efektif, dan mempunyai tata kelola yang baik.

PBI ini masing-masing mempunyai kala penerapan yang berbeda-beda. Peraturan ini akan mulai berlaku bagi Penyedia ETP terhadap 31 Oktober 2019, PPU terhadap 31 Juli 2019, SI terhadap 31 Oktober 2019, dan penyelenggara bursa terhadap 31 Januari 2020.

180 hari kalender tenggat waktu diberikan oleh Bank ndonesia sejak PBI ini berlaku kepada bank yang udah beroperasi sebagai SI untuk mematuhi ketentuan baru yang diatur di dalam PBI, dan 3 tahun sejak PBI ini berlaku kepada pihak yang udah beroperasi sebagai penyedia ETP. "Aturan selanjutnya pasti tidak mampu langsung terpenuhi agar kita beri waktu," ujar Agusman.